RSS

HARUS SIOMAY ADIN ??

  Image

Siomay, mendengar kata siomay kita akan langsung membayangkan sebuah makanan khas Indonesia yang terbuat dari tapioka atau sagu yang dicampur daging ikan atau sapi. Tapi sebenarnya adakah yang tahu tentang siomay.

Siomai atau siomay adalah salah satu jenis dim sum. Dalam bahasa Mandarin, makanan ini disebut shaomai, sementara dalam bahasa Kanton disebut siu maai. Dalam dialek Beijing, makanan ini juga ditulis sebagai 燒麥, dan juga dibaca shaomai. Kulit siomai adalah serupa dengan kulit pangsit. Makanan ini konon berasal dari Mongolia Dalam.

Siomay buatan Indonesia memiliki beberapa perbedaan, siomay tidak lagi dibungkus dengan kulit dari tepung terigu. Selain itu sudah dicampur dengan isi telur, dibungkus kol, tahu, bahkan pare.

Di Universitas Lampung, tepatnya di Fakultas Pertanian, ada salah satu kantin yang menjual siomay cukup dikenal di kalangan mahasiswa. Siomay Adin, begitu dipanggil, karena memang di gerobaknya terpajang tulisan Siomay Adin dan nama pedagangnya pun Adin.

Image

Sebenarnya saya masih belum bisa menemukan perbedaan soal rasa antara Siomay Adin dengan siomay lain, mungkin karena lidah saya yang ga peka dengan rasa. Tapi justru yang menurut saya menjadi keunggulan Siomay Adin adalah lokasi dan suasana nyaman yang tercipta ketika sedang menyantap siomay disana. Pondok yang berada dibawah pohon besar dan persisi disebelah sebuah danau buatan membuat suasana sangat santai dan tenang, terlepas suara bising knalpot motor para mahasiswa yang lewat, lokasi tersebut sangatlah enak untuk tempat ngobrol santai penyegaran sambil menunggu kuliah atau saat istirahat kerja.

Image

Menurut saya, selain soal rasa dari makanan yang disajikan, spot atau lokasi berjualan sangat menentukan. Tidak harus melulu berkesan mahal dan mewah untuk menciptakan rasa nyaman, cukup membuat suasana santai dan menyatu dengan alam sudah bisa menciptakan suasana nyaman. Tentunya diperlukan kejelian dalam melihat untuk menentukan lokasi yang bagus agar tercipta suasana nyaman.

Memang cara penyajian juga memegang peran penting, tapi kalau suasana sudah tidak enak mau seperti apapun penyajian makanannya tetap tidak bisa membantu terciptanya kenyamanan dalam menikmati sebuah sajian.

“KESAN PERTAMA BEGITU MENGGODA, SELANJUTNYA TERSERAH ANDA”

Menurut saya, layaknya iklan produk yang memberi tagline diatas, seperti itulah kita menilai segala sesuatu termasuk menilai sebuah kenyaman dalam menikmati makanan sederhana, Siomay.

Bagaimana dengan anda? Sama seperti saya atau punya pendapat lain?

 
1 Comment

Posted by on April 23, 2012 in real life

 

Tags: , , , , , , , , , , ,

Melawan orang tua DURHAKA atau tidak ?

Image

Malin kundang merupakan dongeng rakyat yang populer dari daerah Sumatra Barat, diceritakan dalam kisah itu seorang anak yang melupakan jasa-jasa orang tuanya yang sudah membesarkan memberikan kasih sayang dan kehangatan tapi begitu ia menikmati hasil di dunia, ia menelantarkan ibunya yang hidup sendiri. Ia malu mengakui ibunya yang tua renta serta miskin, hingga menghina ibunya. Kemudian berdoalah sang ibu agar anaknya tersebut mendapat hukuman dari Sang Pencipta segala, tak lama berselang berubahlah si malin menjadi patung bersujud.

Berdasar kisah rakyat itu kita di berikan wejangan agar tidak menelantarkan orang tua kita yang sudah susah payah membesarkan kita, mereka rela menahan lelah, sakit, bahkan malu demi yang terbaik buat anaknya. Seharusnya kita membalas budi mereka dengan selalu membahagiakan di sisa hidupnya, walau itu bukan perarturan tertulis dan memang tidak ada undang-undang dasar-nya yang mengharuskan kita membalasa budi mereka tapi sebagai ucapan terima kasih atas jasa mereka, saya itu sangat, harus, kudu’ kita lakukan.

“WITHOUT THEM, WE ARE NOTHING

Kenapa saya katakan kita bukan apa-apa tanpa mereka, coba bayangkan bagaimana kita bisa hidup, bagaimana kita bersekolah, dan yang pertama bagaimana kita bisa ada di dunia ini tanpa perantara mereka. Bukannya untuk meng-kultus-kan orang tua, tapi coba bayangkan bagaimana kita bisa ada di dunia kalo kita tidak dilahirkan ibu??.

Memangnya kita nabi Adam AS yang diturunkan dari surga untuk tinggal di dunia ini?. Lalu bayangkan bagaimana caranya kita bisa hidup, bisa makan, bisa sekolah tanpa bantuan orang tua kita?? Apa mungkin Sang Pencipta kita mau memberikan langsung segalanya ke kita?. Sungguh susah dibayangkan jika hal ini terjadi.

Sebenarnya dalam agama, dalam hal ini islam, menjelaskan akan banyak akibatnya apabila kita melawan atau bahkan melupakan kasih sayang orang tua. Seperti pada artikel yang pernah saya tentang balasan bagi anak yang melawa, menelantarkan, bahkan durhaka pada orang tua. Seperti haram masuk surga, kafir, tidak diterima amal kebaikannya dan lain sebagainya, sungguh sangat amat mengerikan balasannya.

Di sebuah artikel tertulis, dalam kamus besar Bahasa Indonesia, kata Durhaka diartikan sebagai 1) ingkar terhadap perintah (Tuhan, orang tua, dsb), dan 2) tidak setia terhadap kekuasaan yang sah (negara). Jadi, dalam konteks individu dan peran, anak yang durhaka adalah berarti anak yang tidak patuh atau suka menentang kepada perintah orang tua.

Juga dijelaskan Al Quran melalui Q.S Al Israa’, 17:23, “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”.

Dikatakan kita tidak boleh berkata “ah” atau bahkan membentak mereka. kita juga diwajibkan untuk berkata yang sopan kepada mereka sebagai bentuk kasih sayang na penghormatan atas apa yang sudah mereka berikan pada kita. Jelas sudah kalau kita harus merawat kedua orang tua kita hingga mereka meninggalkan dunia ini.

Perlu di pahami bahwa segala yang orang tua berikan itu tidaklah mampu kita bayar sebagaimana kita membeli sebuah barang. Karena apa yang mereka berikan semua itu tidaklah bisa dinominalkan, semua berdasarkan rasa sayang orang tua kepada anaknya

Sewaktu kita masih belum bisa melakukan hal-hal yang bisa kita lakukan sekarang, orang tua kita yang melakukan itu semua untuk kita. Oleh sebab itu, saat sekarang kita sudah expert, sudah saatnya berganti kita yang melayani mereka sepenuh hati. Orang tua wajib untuk dilayani oleh kita sebagai bentuk balas budi atas apa yang sudah kita terima.

Dari Thoisalah rahimahullah, bahwasannya Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu berkata kepadanya,” Apakah engkau takut masuk dalam neraka?”. Aku berkata, “Iya”. Ia berkata, “Dan apakah engkau ingin masuk dalam surga?”. Aku berkata, “Iya” Ia berkata, “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?”. Aku berkata, “Ibuku bersamaku”. Ia berkata, “Demi Allah jika engkau lembut tatkala berbicara dengannya dan engkau memberi makan kepadanya maka engkau sungguh akan masuk surga selama engkau menjauhi dosa-dosa besar”
(Tafsir Ath-Thabari).

Jadi sudahkah kita membahagiakan kedua orang tua kita? Atau malah kita mengecewakan mereka dengan melawan dan durhaka kepada mereka??

IT’S UP TO YOU

 
Leave a comment

Posted by on April 16, 2012 in real life

 

Tags: , , ,

LLD

Local Leader Days

Kegiatan yang digalakkan oleh Akademi Berbagi yang diperuntukkan bagi para relawan Akber seluruh Indonesia yang sekarang sudah tersebar di 31 kota. Kegiatan yang berisi pembekalan materi untuk para relawan Akber supaya makin kuat dalam menyebar virus “Berbagi Bikin Happy” yang merupakan tagline Akademi Berbagi.

Kegiatan dimulai dari penjemputan para relawan di tiap meet point yang sudah ditentukan panitia LLD, para relawan yang dijemput dibagi 3 kloter. Kloter 1 dijemput di stasiun Gambir jam 9 pagi, kloter 2 dijemput jam 11 di Bandara Soekarno-Hatta, sedangkan kloter 3 di jemput jam 2 di Bandara Soekarno-Hatta.

Khusus kontingen dari Akber Bandar Lampung karena kedatangan jam 11 maka masuk kloter 3. Pertama sampai saya sudah berjanji dengan kontingen dari Akber Solo untuk ketemu terlebih dahulu sambil nunggu jemputan. Sesampainya di bandara sempat bingung karena ternyata tiba di terminal 1C sedangkan janji ketemu di terminal 1B, jadi terpaksa harus berjalan menuju terminal 1B yang lumayan jaraknya. Tiba diterminal 1B pun masih menunggu,karena ternyata kontingen Akber Solo tiba di terminal 1A. Setelah bertemu pun kita masih harus berputar-putar karena miss komunikasi dengan koordinator penjemputan. Beliau menunggu di terminal 1A dan info yang diterima berkumpulnya di terminal 1B.

Singkat cerita, sudah berada di bus yang mengantar rombongan kloter 3 ke resort tempat kegiatan LLD. perjalanan memakan waktu kurang lebih 4 jam, selain karena macetnya ibukota juga karena harus mampir sebentar untuk mengambil peralatan yang tertinggal.

Sesampainya di resort, dengan tampang yang lumayan kucel karena lama diperjalanan membuat lelah. begitu sampai langsung disambut dengan panitia dr pihak ketiga (bukan dari Akademi Berbagi), saat itu cukup membuat segar mata karena mampu menyejukkan mata. Selesai registrasi kita di tunjukkan ke kabin tempat istirahat untuk segera bersiap-siap memulai rangkaian kegiatan LLD.

Pukul 9 malam rangkaian kegiatan LLD dimulai dengan pembekalan materi tentang internet sehat dari pakar internet mas Donnybu dari ICT watch. Pada saat materi dipresentasikan, semua relawan memperhatikan dengan seksama dan sesekali melakukan livetweet dengan tagar #LLD agar tersebar luas kegiatan Akber. Sehabis materi tersebut, para relawan dipersilahkan beristirahat di kabin masing-masing tapi masih ada juga yang sempat mengobrol dengan relawan dari kota lain supaya lebih mengenal sesama manusia yang mempunyai visi untuk berbagi.

Esok paginya, sehabis sarapan, para relawan, mengikuti materi tentang komunitas dengan pembicara dari pihak sponsor kegiatan LLD mbak Olie, beliau menerangkan perlunya sebuah komunitas dan bagaimana meningkatkan fungsi komunitas itu sendiri yang bisa dilakukan dengan banyak cara dan disesuaikan berdasar kemampuan masing-masing individu. Selanjutnya ada materi tentang padu padan warna yang di pandu dari pihak sponsor, pada materi ini relawan diberikan games untuk memadu-padankan kertas warna untuk membentuk sebuah objek atau apa saja sesuai keinginan relawan.

Sehabis makan siang, materi dilanjutkan dengan tema ekspor-impor yang di isi dari pihak sponsor juga. Materi ini cukup membosankan karena selain cara penyampaian yang kurang interaktif juga kondisi jam siang. Sebelum materi tentang ekspor-impor disampaikan, ada materi tentang social media, dimana saat materi ini disampaikan, para relawan diberi semacam pengarahan tentang cara penggunaan social media agar tercipta komunikasi 2.0 yang saat ini sudah harus dilaksanakan.

Selanjutnya, materi tentang public speaking yang diisi oleh mas Shafiq pontoh, dan Lucy wiryono. Pada materi ini diajarkan bagaimana cara meningkatkan kemampuan para relawan agar bisa mencapai maksimal. Juga diajarkan cara berbicara di depan umum agar bisa meguasai keadaan dan tetap fokus. Malamnya materi berlanjut dengan menulis kreatif yang diisi oleh Ndorokakung, kelas ini sangat seru karena sepanjang kelas Ndorokakung selalu memberikan jokes yang sangat menghibur ditengah kelelahan karena seharian didalam kelas, meski saat pemutaran film dokumenter sempat membuat ngantuk relawan karena saat itu malam dan lampu ruangan dimatikan sehingga sangat cocok membangkitkan semangat tidur. Selesai kelas, para relawan kembali ke kabin masing-masing tapi seperti malam sebelumnya, tetap masih ada yang ngobrol dan ketawa-ketawa hingga menjelang subuh.

Ke-esokan harinya yang juga merupakan hari terakhir. Pada kelas terakhir ini diisi oleh mas Savicali tentang bagaimana memahami kelemahan n bagaimana cara mengatasinya. Yang dilanjutkan dengan sharing tentang bagaimana kedepannya Akademi Berbagi ini yang di pimping oleh sang penilik, mbak Ai. Setelah melalui perbincangan yang lumayan panjang maka didapat bahwa Akademi Berbagi akan menjadi yayasan dan dibagi per region agar memudahkan pendataan relawan. Region terbagi atas Sumatra, Depok, Semarang, Solo, Surabaya, Balikpapan, Makassar.

Sehabis makan siang para relawan diharuskan untuk check out dari resort karena memang rangkaian kegiatan sudah selesai. Para relawan di jemput menggunakan bus yang memang sponsor kegiatan. Para relawan diantarkan ke drop point yaitu kantor salah satu sponsor dan dimana banyak relawan Akber yang bekerja dikantor tersebut.

Selesai sudah rangkaian kegiatan Local Leader Days yang berhasil mengumpulakn para relawan dari 31 kota di Indonesia.

Terima kasih atas kerja sama selama kegiatan berlangsung dan tetap semangat menyebarkan virus berbagi.

“BERBAGI BIKIN HAPPY”

 
Leave a comment

Posted by on April 12, 2012 in real life

 

Tags: , , ,

memulai hidup baru…

selesai sudah perjalanan ku sebagai seorang mahasiswa selama 5,5 tahun dan kini aku mulai bersiap memasuki dunia baru, dunia yang sebenarnya akan aku jalani hingga akhir hayat ku di bumi..

sesaat ku masih menyangkal bahwa hidupku sebagai mahasiswa sudah berakhir tapi pada kenyataannya memang begitu.. setelah perayaan sehari sebagai raja itu selesai ku terdiam dalam sepi.. tanpa teman, keluarga atau bahkan pacar yang siap menghibur ku dalam sunyi… terkadang ku berpikir apa memang ku di takdirkan untuk sendiri hingga habis umur ku.. atau akan datang seseorang wanita yang siap menemani ku menjalani lika-liku hidupku…

di tengah kebimbangan akan apa yang aku lakukan, seorang teman berkata ” di, kirim aja kesini”. wah sungguh kalimat yang sudah kunanti selama ini, tanpa banyak pikir ku siapkan segalanya sebagai penunjang agar lebih mantab…

disaat yang bersamaan aku mengenal keindahan yang aku nantikan kehadirannya selama kurang lebih 2 tahun.. kucoba mendekati untuk kuraih keindahan itu…

tapi memang benar ada pepatah mengatakan “untuk mendapatkan sesuatu itu butuh pengorbanan” jadi untuk meraih keindahan itupun aku harus mengeluarkan pengorbanan yang cukup wajar dilakukan…

tetapi yang aku herankan adalah bentuk pengorbanan yang harus aku lakukan sekarang lumayan berbeda dengan yang pernah aku lakukan 2 tahun lalu, walaupun masih ada yang sama, tetapi ada perubahan yang cukup mendasar mulai dari berjalan menghampirinya hingga melihat keindahannya dari dekat…

tampaknya aku butuh penyesuaian terlebih dahulu, yah sembari berjalan menghampirinya sembari aku menyesuaikan dengan perubahan-perubahannya…

tapi apapun itu aku tetap akan menghampirinya dan meraihnya… meski pengorbanan yang akan kulakukan sedikit berbeda… akan ku buat pengorbanan ala adi… hehehe…

sekarang ada 2 hal yang aku tunggu ; menunggu telpon dan menunggu respon dari keindahan itu… aku harap keduanya bisa terjadi sesuai keinginan aku… amin.

hingga tulisan ini aku posting, aku masih memikirkan keindahan itu aku menyebutnya m****t…. biar terkesn lebih dekat dengan panggilan khusus dan ku harap bukan hanya harapan untuk dekat tapi memang benar2 dekat… amin…

i think i fall in to know more about you…

hope you like me….

 
Leave a comment

Posted by on April 11, 2010 in real life

 

final

akhirnya setelah sekian lama berjuang, sampai juga gw di ujung usaha..

mudah2n semuanya lancar ga ada hambatan biar gw bisa menyelesaikan apa yang udah gw mulai..

2 hari lagi saat itu tiba saat dimana penentuan dari apa yang gw kerjain selama hampir 6 tahun gw di kuliah..

gw harus bisa menyelesaikan semuanya dengan baik dan rapi, karena setelah ini masih ada tanggung jawab yang harus gw laksanain n jalani.

jangan sampai tertunda lagi semuanya..

wish me luck (;wismilak,)

 
Leave a comment

Posted by on February 9, 2010 in real life

 

new hope

tahun baru udah jalan berarti kita harus nyiapin diri buat hal-hal yang baru yang bakal datang…

bwt gw tahun baru ag terlalu berarti banyak, karena ga ada yang spesial dari tahun baru itu sendiri..

gw masih ngejalanin hari-hari gw without her…

kadang gw ngerasa aneh tapi kadang gw ngerasa bebas…

mungkin gw masih menikmati kesendirian yang ga tau kapan bakal berakhir..

gw harap nantinya bakal datang harapan yang bisa membuat hidup gw jadi lebih berarti…

tapi gw bukannya ga berusaha y, gw udah berusaha tapi ga tau kenapa gw gagal…

gw aja heran sama diri gw sendiri, segitu parahnya tah gw ini…

atau gw mang di takdirin sendiri mpe ketemu yang mantab,pas sama gw n yang pastinya terbaik bwt gw…

yasudahlah… jangan terlalu dipusingin sama hal2 begitu..

yang terpenting sekarang gimana caranya gw bisa secepatnya menyenangkan orang tua sebelum mereka pergi dari dunia ini,,y ga???

gw harus lulus dengan segera, kerja, n kalo bisa gw mau naikkin haji mereka berdua…

mimpi gw dari dulu yang belum bisa gw lunasin…

hufh….

mah, pah maafkan kenakalan anakmu ini ya…

 
Leave a comment

Posted by on January 14, 2010 in real life

 

kenapa why?????

kenapa jadi gini c……

kayaknya seneng banget gitu kalo ngebuat orang diem….

gw c cuma ga enak aja sama orang lain yg kesangkut aja…

gara2 gw jadi kesangkut trus…

sorry kalo gw ngebuat lu kesangkut sama masalah gw….

 
Leave a comment

Posted by on December 11, 2009 in real life

 

death…..

dua orang sahabat sedang berbincang…

“kepergian apa yang  tiba-tiba hingga membuat cukup banyak orang merasa sedih…”, dia bertanya.

“kematian”, jawab temannya.

“kenapa begitu?? darimana kau bisa menyimpulkan seperti itu??”, dia kembali bertanya.

“karena apabila hanya pergi ke luar kota atau keluar negeri sekalipun asal kita pulang dengan selamat , tidak ada yang bersedih justru sangat senang bisa bertemu lagi, sedangkan kematian adalah kepergian yang tidak akan pernah bisa kembali untuk berjumpa atau sekedar kirim sms..”, jawab temannya.

“tapi bukan berarti kematian justru untuk mendatangi hidup baru seperti keyakinan reinkarnasi?? atau menurut agama yang mayoritas di anut di dunia, kematian adalah jalan menuju kehidupan abadi dimana kita akan menunggu hingga gerbang kehidupan abadi tersebut datang menghampiri semua orang baik yang telah mati atau yang masih menikmati dunia??”, kembali bertanya dia.

“itu bisa diterima tapi bagi orang-orang yang di tinggalkan, hal itu sulit untuk bisa diterima karena sebagian besar mereka yang di tinggalkan sangat menyayangi orang yang meninggalkan mereka… terkecuali mereka tau apa yang akan terjadi kelak pada orang yang meninggalkan mereka, tapi itupun masih cukup sulit untuk mereka terima karena mereka sangat berat untuk melepasnya…”, jawabnya lagi.

“kalau seperti itu berarti mereka tidak ikhlas di tinggalkan dunk… itu justru sangat memberatkan yang pergi… ingatlah bahwa semua yanga ada di dunia ini adalah milik Sang Pencipta dunia ini jadi Dia berhak untuk mengambil kembali apa yang memang milik-Nya, kita cuma di pinjami sementara hingga menurut Dia kita sudah bisa mandiri tanpa adanya milik-Nya… bukan begitu??”, tanyanya kembali.

“benar juga sih,… tapi kan kita juga tidak bisa seperti itu saja tanpa memperhatikan perasaan orang-orang yang di tinggalkan… setidaknya kita harus menghibur mereka yang ditinggalkan..”, jawabnya lagi.

“nah ini… bukankah itu sudah terdapat dalam tuntunan hidup pada semua agama, bahkan dalam adat istiadat budaya kita juga mengenal acara yang namanya 1 hari,2 hari, 3hari, 7 hari hingga 40 hari… pada saat itulah kita sebagai umat beragama harus saling menghibur satu sama lain sekalipun berbeda agama bukanlah hambatan bwt kita untuk menghibur mereka… setuju??”, kata dia.

“setuju dalam hal menghibur saudara yang sedang tertimpa musibah… kembali pada hal kematian, pernah mendengar surga dan neraka?? apakah ada jaminannya bahwa kita secara otomatis masuk surga?? atau perlu masuk neraka dulu?? atau malah kita masuk neraka tanpa tau seperti apa surga itu???”, tanya temannya.

“saya pernah mendengar surga dan neraka, tapi sepengetahuan saya, karena saya juga menganut agama yang mayoritas di anut di dunia, kita pasti masuk surga tapi sebelumnya masuk neraka dulu untuk di bersihkan dari dosa-dosa yang pernah di perbuat di dunia, untuk lebih jelasnya lagi lebih baik bertanya kepada yang lebih mengerti tentang surga dan neraka…”, jawab dia.

“ooooo….. jadi seperti itu ya ketentuan yang terdapat dalam agama anda, lalu kita akan bertanya kepada siapa??”, tanya temannya kembali.

“kalau dalam agama yang saya anut, kita harus bertanya kepada tokoh-tokoh agama karena mereka lebih mengerti agama dari pada saya…”, jawab dia lagi.

“dimana saya bisa bertemu dengan tokoh agama seperti itu??”, tanya temennya.

“bisa di temuin di tempat-tempat ibadah atau di sekretariat tokoh-tokoh agama yang resmi dan diresmikan oleh pemerintah, dalam hal ini diresmikan oleh departemen agama.”, jawab dia kembali.

“oke… bisa antar saya kesana??”, tanya temannya.

“bisa tapi jangan hari ini, bagaimana lusa??”, jawab dia.

“baik lusa kita berangkat, kita mau janji ketemu dimana??”, tanya temannya lagi.

“biar saya menghampiri anda di rumah, bagaimana??”, tanya dia.

“baik, lusa saya tunggu kedatangan anda kerumah.”, jawab temannya.

“oke,… sampai ketemu lusa “, dia berkata.

“oke…”, temannya berkata.

akhirnya mereka mengakhiri pembicaraan mereka dan sepakat untuk berjumpa lagi lusa dan bersama-sama menemui tokoh agama.

 
Leave a comment

Posted by on November 17, 2009 in real life

 

Tags: , , , , , , , ,

india-famine-family-crop-420

Gimana kalo keadaan dunia jadi kayak foto di sebelah???

Kira-kira uda mau kiamat apa belum ya??

Gw masih idup ga ya pas keadaannya uda kayak gini….

*wondering if I there*

 
Leave a comment

Posted by on October 26, 2009 in real life, Uncategorized

 

Tags: , ,

hufh……

pernah ga si gw, lu, kalian, ngerasa kalo kita udah berusaha (walau ga habis-habisan) untuk dapetin yang kita mau, apapun itu kayak nilai terbaik, harta banyak, hidup bahagia, sampe dapetin simpati, pokoknya yang baek2 aja, tapi semua usaha kita itu kayak sia-sia aja….

everything is nothing maybe…

sedih ga si kayak gitu??

atau emang kayak gitu jalannya??

atau emang hidup kita yang ga ada jalan aspalnya??

semua jalan di hidup kita terbuat dari tanah merah becek atau cuma lapisan dasar aspal yang ga jadi di buat jalan aspal..

berasa worthless hidup ini kalo apa yang kita perjuangakan atau apa yang kita tuju itu ga bisa kita dapet atau sekedar dapet penghargaan dari siapa aja..

jadi kalo hidup ini udah worthless, buat apa kita bertahan untuk hidup coba??

kita jatuh orang ga perduli, kita heppy ga ada yang perduli juga, berarti kalo kita mati ga ada yang perduli juga kn??

barangkali orang tua juga ga terlalu mikirin kita mati, cuma bingung aja karena repot rame orang yasinan dirumah gara-gara kita..apalagi kalo anaknya banyak mungkin mereka bersyukur karena jatah makan berkurang dan pengeluaran jadi berkurang juga kn..

jadi lebih baik buat kita mati meninggalkan semua orang yang ga pernah sedikitpun untuk perduli sama apa yang terjadi sama kita..

lagi pula kalo kita mati, setidaknya kita bisa membantu mengurangi pengeluaran orang tua yang mungkin atau jangan-jangan mereka agak menyesal telah melahirkan anak seperti kita yang ga bisa apa-apa n hidupnya itu worthless banget…

mungkin ini jadi salah satu alasan kenapa lebih baik meninggalkan dunia ini daripada tetap bertahan hidup tapi penuh penderitaan dan tekanan bathin..

menurut gw kalo ini salah satu alasannya, gw setuju buat meninggalkan dunia ini lebih cepat..

dan saran gw pergunakan alat atau media yang bisa dengan cepat membantu terwujudnya hasrat tersebut, karena kalo ga cepet sama aja kita tersiksa lagi..

apa lu mau tersiksa lagi???

 
1 Comment

Posted by on October 19, 2009 in real life

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.