LLD

Local Leader Days

Kegiatan yang digalakkan oleh Akademi Berbagi yang diperuntukkan bagi para relawan Akber seluruh Indonesia yang sekarang sudah tersebar di 31 kota. Kegiatan yang berisi pembekalan materi untuk para relawan Akber supaya makin kuat dalam menyebar virus “Berbagi Bikin Happy” yang merupakan tagline Akademi Berbagi.

Kegiatan dimulai dari penjemputan para relawan di tiap meet point yang sudah ditentukan panitia LLD, para relawan yang dijemput dibagi 3 kloter. Kloter 1 dijemput di stasiun Gambir jam 9 pagi, kloter 2 dijemput jam 11 di Bandara Soekarno-Hatta, sedangkan kloter 3 di jemput jam 2 di Bandara Soekarno-Hatta.

Khusus kontingen dari Akber Bandar Lampung karena kedatangan jam 11 maka masuk kloter 3. Pertama sampai saya sudah berjanji dengan kontingen dari Akber Solo untuk ketemu terlebih dahulu sambil nunggu jemputan. Sesampainya di bandara sempat bingung karena ternyata tiba di terminal 1C sedangkan janji ketemu di terminal 1B, jadi terpaksa harus berjalan menuju terminal 1B yang lumayan jaraknya. Tiba diterminal 1B pun masih menunggu,karena ternyata kontingen Akber Solo tiba di terminal 1A. Setelah bertemu pun kita masih harus berputar-putar karena miss komunikasi dengan koordinator penjemputan. Beliau menunggu di terminal 1A dan info yang diterima berkumpulnya di terminal 1B.

Singkat cerita, sudah berada di bus yang mengantar rombongan kloter 3 ke resort tempat kegiatan LLD. perjalanan memakan waktu kurang lebih 4 jam, selain karena macetnya ibukota juga karena harus mampir sebentar untuk mengambil peralatan yang tertinggal.

Sesampainya di resort, dengan tampang yang lumayan kucel karena lama diperjalanan membuat lelah. begitu sampai langsung disambut dengan panitia dr pihak ketiga (bukan dari Akademi Berbagi), saat itu cukup membuat segar mata karena mampu menyejukkan mata. Selesai registrasi kita di tunjukkan ke kabin tempat istirahat untuk segera bersiap-siap memulai rangkaian kegiatan LLD.

Pukul 9 malam rangkaian kegiatan LLD dimulai dengan pembekalan materi tentang internet sehat dari pakar internet mas Donnybu dari ICT watch. Pada saat materi dipresentasikan, semua relawan memperhatikan dengan seksama dan sesekali melakukan livetweet dengan tagar #LLD agar tersebar luas kegiatan Akber. Sehabis materi tersebut, para relawan dipersilahkan beristirahat di kabin masing-masing tapi masih ada juga yang sempat mengobrol dengan relawan dari kota lain supaya lebih mengenal sesama manusia yang mempunyai visi untuk berbagi.

Esok paginya, sehabis sarapan, para relawan, mengikuti materi tentang komunitas dengan pembicara dari pihak sponsor kegiatan LLD mbak Olie, beliau menerangkan perlunya sebuah komunitas dan bagaimana meningkatkan fungsi komunitas itu sendiri yang bisa dilakukan dengan banyak cara dan disesuaikan berdasar kemampuan masing-masing individu. Selanjutnya ada materi tentang padu padan warna yang di pandu dari pihak sponsor, pada materi ini relawan diberikan games untuk memadu-padankan kertas warna untuk membentuk sebuah objek atau apa saja sesuai keinginan relawan.

Sehabis makan siang, materi dilanjutkan dengan tema ekspor-impor yang di isi dari pihak sponsor juga. Materi ini cukup membosankan karena selain cara penyampaian yang kurang interaktif juga kondisi jam siang. Sebelum materi tentang ekspor-impor disampaikan, ada materi tentang social media, dimana saat materi ini disampaikan, para relawan diberi semacam pengarahan tentang cara penggunaan social media agar tercipta komunikasi 2.0 yang saat ini sudah harus dilaksanakan.

Selanjutnya, materi tentang public speaking yang diisi oleh mas Shafiq pontoh, dan Lucy wiryono. Pada materi ini diajarkan bagaimana cara meningkatkan kemampuan para relawan agar bisa mencapai maksimal. Juga diajarkan cara berbicara di depan umum agar bisa meguasai keadaan dan tetap fokus. Malamnya materi berlanjut dengan menulis kreatif yang diisi oleh Ndorokakung, kelas ini sangat seru karena sepanjang kelas Ndorokakung selalu memberikan jokes yang sangat menghibur ditengah kelelahan karena seharian didalam kelas, meski saat pemutaran film dokumenter sempat membuat ngantuk relawan karena saat itu malam dan lampu ruangan dimatikan sehingga sangat cocok membangkitkan semangat tidur. Selesai kelas, para relawan kembali ke kabin masing-masing tapi seperti malam sebelumnya, tetap masih ada yang ngobrol dan ketawa-ketawa hingga menjelang subuh.

Ke-esokan harinya yang juga merupakan hari terakhir. Pada kelas terakhir ini diisi oleh mas Savicali tentang bagaimana memahami kelemahan n bagaimana cara mengatasinya. Yang dilanjutkan dengan sharing tentang bagaimana kedepannya Akademi Berbagi ini yang di pimping oleh sang penilik, mbak Ai. Setelah melalui perbincangan yang lumayan panjang maka didapat bahwa Akademi Berbagi akan menjadi yayasan dan dibagi per region agar memudahkan pendataan relawan. Region terbagi atas Sumatra, Depok, Semarang, Solo, Surabaya, Balikpapan, Makassar.

Sehabis makan siang para relawan diharuskan untuk check out dari resort karena memang rangkaian kegiatan sudah selesai. Para relawan di jemput menggunakan bus yang memang sponsor kegiatan. Para relawan diantarkan ke drop point yaitu kantor salah satu sponsor dan dimana banyak relawan Akber yang bekerja dikantor tersebut.

Selesai sudah rangkaian kegiatan Local Leader Days yang berhasil mengumpulakn para relawan dari 31 kota di Indonesia.

Terima kasih atas kerja sama selama kegiatan berlangsung dan tetap semangat menyebarkan virus berbagi.

“BERBAGI BIKIN HAPPY”

Categories: real life | Tags: , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: