HARUS SIOMAY ADIN ??

  Image

Siomay, mendengar kata siomay kita akan langsung membayangkan sebuah makanan khas Indonesia yang terbuat dari tapioka atau sagu yang dicampur daging ikan atau sapi. Tapi sebenarnya adakah yang tahu tentang siomay.

Siomai atau siomay adalah salah satu jenis dim sum. Dalam bahasa Mandarin, makanan ini disebut shaomai, sementara dalam bahasa Kanton disebut siu maai. Dalam dialek Beijing, makanan ini juga ditulis sebagai 燒麥, dan juga dibaca shaomai. Kulit siomai adalah serupa dengan kulit pangsit. Makanan ini konon berasal dari Mongolia Dalam.

Siomay buatan Indonesia memiliki beberapa perbedaan, siomay tidak lagi dibungkus dengan kulit dari tepung terigu. Selain itu sudah dicampur dengan isi telur, dibungkus kol, tahu, bahkan pare.

Di Universitas Lampung, tepatnya di Fakultas Pertanian, ada salah satu kantin yang menjual siomay cukup dikenal di kalangan mahasiswa. Siomay Adin, begitu dipanggil, karena memang di gerobaknya terpajang tulisan Siomay Adin dan nama pedagangnya pun Adin.

Image

Sebenarnya saya masih belum bisa menemukan perbedaan soal rasa antara Siomay Adin dengan siomay lain, mungkin karena lidah saya yang ga peka dengan rasa. Tapi justru yang menurut saya menjadi keunggulan Siomay Adin adalah lokasi dan suasana nyaman yang tercipta ketika sedang menyantap siomay disana. Pondok yang berada dibawah pohon besar dan persisi disebelah sebuah danau buatan membuat suasana sangat santai dan tenang, terlepas suara bising knalpot motor para mahasiswa yang lewat, lokasi tersebut sangatlah enak untuk tempat ngobrol santai penyegaran sambil menunggu kuliah atau saat istirahat kerja.

Image

Menurut saya, selain soal rasa dari makanan yang disajikan, spot atau lokasi berjualan sangat menentukan. Tidak harus melulu berkesan mahal dan mewah untuk menciptakan rasa nyaman, cukup membuat suasana santai dan menyatu dengan alam sudah bisa menciptakan suasana nyaman. Tentunya diperlukan kejelian dalam melihat untuk menentukan lokasi yang bagus agar tercipta suasana nyaman.

Memang cara penyajian juga memegang peran penting, tapi kalau suasana sudah tidak enak mau seperti apapun penyajian makanannya tetap tidak bisa membantu terciptanya kenyamanan dalam menikmati sebuah sajian.

“KESAN PERTAMA BEGITU MENGGODA, SELANJUTNYA TERSERAH ANDA”

Menurut saya, layaknya iklan produk yang memberi tagline diatas, seperti itulah kita menilai segala sesuatu termasuk menilai sebuah kenyaman dalam menikmati makanan sederhana, Siomay.

Bagaimana dengan anda? Sama seperti saya atau punya pendapat lain?

Categories: kuliner | Tags: , , , , , , , , , , , | 1 Comment

Post navigation

One thought on “HARUS SIOMAY ADIN ??

  1. Setuju kok. Saya juga kaya gitu hehehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: