LAWANG SEWU ( SERIBU PINTU )

                                           
Dimulai dengan sedikit keraguan, untuk gw c karena pengalaman pertama dan denger kabar2 kalo lawang sewu itu menyeramkan maka jadilah antara benar ga ini masuk ke lawang sewu dengan semua ceritanya.

 

Abis parkir motor perjalanan dimulai dengan memasuki gerbang lawang sewu yang langsung di sambut dgn daftar harga tiket masuk untuk dewasa, anak-anak, dan pelajar/mahasiswa dan juga disambut oleh guide yang siap mengawal kita berkeliling lawang sewu dgn tarif yg kita tentukan sendiri besarnya.

 

Tiket masuk seharga Rp 20.000 untuk 2 org sudah terbeli dan mulailah journey kita di lawang sewu. Dimulai dengan menjelaskan fungsi tiap bangunan menggunakan maket dan sejarah2 awal berdirinya lawang sewu. Bernama awal NIS (Nederland Indishce Spoorje kalo ga salah kepanjangannya). Berdiri pada masa pemerintahan Belanda dan berfungsi sebagai kantor kereta api dgn jumlah karyawan sebanyak kurang lebih 2000 org. Bangunan terbagi 2 dengan fungsi sebagai kantor dan mess karyawan. Kamar mandi yang terletak terpisah dr bangunan utama dimaksudkan agar tidak tercium aroma2 yg tidak sedap. Di tiap bangunan terdapat ruangan bawah tanah yg berfungsi sebagai pengatur suhu ruangan karena udara keluar masuk melalui aliran yang sedemikian rupa di buat oleh pihak Belanda. Di ruang bawah tanah juga terisi air setinggi mata kaki orang dewasa yg berfungsi sebagai pendingin udara yang masuk ke ruangan tersebut.

 

Sebagian besar bangunan di lawang sewu masih asli dr awal berdirinya, seperti genteng, kayu2 yg di gunakan, lantai dr keramik, bahkan engsel pintunya pun masih asli dr jaman Belanda. Dan 1 yang membuat heran, semua bahan bangunan lawang sewu di import dari eropa, seperti Itali, Inggris, Belanda, hanya kayunya dan tenaga kerja saat pembangunannya saja yang dari Indonesia.

Kayu yang digunakan yaitu kayu ulin, kata bapak guide-nya kualitas kayu ini lebih bagus dari kayu jati, dan memang terbukti, kayu jati yg digunakan sebagai plafon sudah mulai keropos sedangkan kayu ulin yang digunakan sebagai daun pintu dan kusen masih kuat dan kokoh. Engsel asli jaman Belanda pun masih terpasang dengan baik.

 

Saat masuk keruangan mess karyawan masih ada 1 wastafel berbahan marmer asli buatan Inggris yang masih terpasang dan hanya tertinggal 1 dari seluruh wastafel yang seharusnya terpasang di setiap mess karyawan. Kemudian desain daun jendela yang sama dgn jaman sekarang, hanya berbeda bukaannya, dimana jaman sekarang bukaan jendela kearah keluar sedangkan jaman Belanda bukaannya kedalam. Hal ini dimaksudkan agar angin yang lewat bisa tersedot masuk sehingga suhu ruangan tidak panas.

 

Naik ke lantai 3, ruangan yang dulunya merupakan tempat pertemuan dan tempat dansa para karyawan ketika mengadakan pesta. Diruangan ini penuh dengan kayu2 ulin yang masih kokoh berdiri. Terlihat seperti bagian lambung kapal yang terbalik ruangan ini penuh dengan jendela dan saluran sirkulasi udara. Ketika di gunakan TNI sebagai markas, dasar di lantai 3 di rubah menjadi semen setelah sebelumnya kayu dan di jadikan ruangan buat bermain badminton.

 

Dan tibalah disaat yang penuh misteri, turun ke lantai dasar atau ruangan bawah tanah. Sebenernya ruangan ini pada masa Belanda berfungsi sebagai “AC” karena udara yg berada di lantai 1, 2, 3 pasti akan masuk ke ruang bawah tanah untuk di dinginkan dan kembali ke lantai2 diatasnya. Tapi pada masa pendudukan Jepang, ruangan ini berubah fungsi menjadi penjara bawah tanah. Penjaranya sendiri terbagi 2, penjara jongkok dan penjara berdiri. Untuk penjara jongkok, tahanan diharuskan untuk jongkok diruangan yg berukuran 1×1 m dan tinggi kurang dari 1 meter selama masa tahanan, biasanya masa tahanannya sampai tahanan tersebut meninggal. Begitu juga penjara berdiri yg berukuran 1 x 1,5 m yang diisi hingga 6 dan di biarkan sampai meninggal juga. Yang membedakan hanya kasus yang dibuat tahanan, bila terlalu memberontak maka hukumannya penjara jongkok.

 

Selain itu juga terdapat ruangan pemenggalan kepala dimana kepala2 yang dipenggal dibuang di sungai yang terletak tepat di sebelah lawang sewu, sedangkan badannya di biarkan membusuk di ruangan yang telah disiapkan Jepang. Diruang bawah tanah itu sendiri terdapat sekitar 800 tahanan yang dibiarkan membusuk di ruangan yang sekarang sudah ditutup oleh TNI.

 

Diruangan bawah tanah ini juga sering dijadikan lokasi uji nyali, bahkan sempat masuk acara tv swasta nasional di Indonesia. Guide-nya sendiri menawarkan untuk uji nyali disana tp karena saya tidak sendirian dan yg bersama saya itu cewek maka saya ga jadi ikutan uji nyali.

 

Selepasnya dari ruangan itu, bapak guide bilang bahwa tadi kita di ikuti oleh penunggu ruangan itu.. Waaawwww !!!

 

Selanjutnya si guide menunjukkan lokasi dimakamkannya sekitar 200-an org karyawan yg dikubur di halaman depan dekat kereta tua yang terpajang di depan lawang sewu.

 

Bersamaan selesainya foto2 di lokasi kereta tua itu, berakhir juga tour lawang sewu kami.
Mudah2an informasi ini bisa bermanfaat buat yang membacanya.

 

 

 

“BANGSA INI BERAWAL DARI SEBUAH SEJARAH”

This slideshow requires JavaScript.

Categories: jalan-jalan | Tags: , , , , | 2 Comments

Post navigation

2 thoughts on “LAWANG SEWU ( SERIBU PINTU )

  1. Seru deh. Jadi pengen liburan ke Semarang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: