Antara Aku dan Mie Ayam

Ini sebenernya makanan favorit keluarga gw, kenapa, karena sedari kecil bokap gw selalu ngajak makan mie ayam setiap makan di luar rumah, jarang ngajak makan nasi atau kuliner lainnya. Mulai dari khusus ke rumah makan yang memang menyediakan mie ayam, atau sengaja manggil mie ayam gerobak yang kebetulan lewat depan rumah. Dan bokap selalu mempersilahkan anak-anaknya untuk makan lebih dari 1 porsi. Mungkin emang itu makanan favorit dia sedari remaja kali ya, jadi bokap berusaha melestarikan makanan favoritnya.

 

Mie ayam, sebenernya makanan yang terbuat dari tepung yang di olah sedemikian rupa oleh masternya hingga jadilah semangkuk mie lengkap dengan sayurnya dan cacahan daging ayam, terkadang ada yang menambahkan taoge atau bakso sebagai pelengkap. Dan menurut gw, selain adonan mie yang harus tepat, kaldu ayamnya pun harus pas supaya bisa di nikmati dan para penikmatnya pun puas. Karena ga sedikit yang asal campur bumbu dan hasilnya mengecewakan.

 

Awal mengenal mie ayam, gw cuma menganggap ini hanya makanan sebagai pengobat lapar, jadi setiap makan mie ayam gw ga pernah bisa menikmati rasanya dengan baik. Setiap makan mie ayam, gw selalu mencampur dengan saos sambal yang banyak dan warna mie ayamnya pun berubah jadi merah dan yang gw rasa cuma pedas. Walau dengan pedas itu bisa menambah anfsu makan. Dan dengan pedas itu dulu gw sering nambah sampai 2 porsi mie ayam.

 

Semenjak kuliah, gw mulai pengen ngerasain sebenernya apa yang membuat mie ayam itu bisa nikmat tanpa harus di tambahkan saos, kecap, atau bahkan cuka. Akhirnya setiap beli mie ayam gw selalu minta tanpa tambahan vetsin dan tanpa penambahan saos dkk.
Hasilnya, gw bisa ngerasain kalo sebenernya kunci nikmatnya mie ayam itu ada di racikan bumbu mie, kaldu, dan cara masaknya. Kalo ketiganya bisa di campur sesuai takarannya, dijamin deh bisa manikmati mie ayam yang nikmatnya ga ketulungan. Dan jujur sampe sekarang gw belom ketemu tempat mie ayam yang bisa mencampur 3 kunci tadi. Selama ini hanya di kaldu dan cara masaknya aja yang di campur, jadi belom sempurna rasa nikmatnya mie ayam itu, IMO sih.

 

Tapi ga apa-apa, selama masih bisa menikmati mie ayam tanpa ada keluhan aja, buat gw itu sudah termasuk kategori nikmat kok, kan setiap orang berbeda2 kriteria untuk bisa bilang nikmat atau ga.

 

“KARENA SETIAP ORANG DILAHIRKAN BERBEDA DAN KITA HARUS MENGHARGAINYA”
Categories: kuliner | Tags: , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: