Seribu Tahun

“… I have died everyday waiting for you
Darling don’t be afraid I have loved you
For a thousand years
I love you for a thousand more …”

Penggalan lirik itu bermakna dalam dan akan sangat dalam ketika kita berada di situasi yang kurang lebih mencinta seseorang. Dan ketika kita mendengarkan lagunya dari awal hingga berulang-ulang, maka secara tidak langsung hati kita pun akan terbawa serta dengan suasana dalam lagu ini. Bahkan dengan teknik bernyanyi yang menurut saya sangat pas dengan konsep lagu ini bisa membuat siapapun yang mendengar bakal terhanyut kedalam suasananya.

Bila diartikan dalam bahasa Indonesia penggalan lirik itu berarti “saya sudah mati setiap hari untuk menunggumu, sayang jangan takut saya telah mencintaimu untuk ribuan tahun, saya mencintaimu untuk ribuan lagi”. Bisa disimpulkan bahwa dari lirik dan konsep lagu ini sangat dalam maknanya untuk menunggu. Menunggu kedatangan seseorang yang sangat dinantikan dan sangat dicintai.

Awalnya mendengar lagu ini saya tidak tahu judul bahkan penyanyinya, sedikit tidak update memang tapi setiap terdengar di kuping saya secara tidak sadar selalu menggerakkan anggota tubuh saya, entah itu kepala, kaki, tangan atau hanya sekedar bersenandung mengikuti lagu ini. Dan hal-hal ini terjadi secara tidak sengaja atau bisa dibilang tidak saya buat-buat.

Dan semakin lama saya dengar sekarang, saya merasa semakin dalam arti dari lagu ini dan saya tidak pernah bosan untuk mengulangnya berkali-kali seperti yang terjadi sekarang, ketika tulisan ini saya ketik.

Mungkin beberapa minggu lalu lagu ini sangat pas menggambarkan keadaan saya tapi tidak secara fisik, saat dimana saya merasakan hal-hal yang sangat tidak mengenakan dalam hidup saya, saat dimana harus mengambil keputusan yang sangat tidak sangat saya inginkan. memutuskan untuk meninggalkan seseorang yang bisa membuat saya melakukan hal-hal yang jarang bahkan belum pernah saya lakukan selama ini dan harus beralih ke kehidupan nyata dimana saya hidup sendiri di ibukota tanpa saudara sedarah dan orang tua.

Menyendiri dalam kamar dan mendengarkan lagu ini selama tersadar dan terus terbawa suasana lagunya mampu membuat saya berada pada titik terendah sebagai lelaki. Sempat saya merasa ingin pergi dan kembali ke tempat saya dibesarkan, meninggalkan semua yang sudah saya kerjakan selama ini, meski belum banyak. Rasanya itu ingin membiarkan semua itu.

Yup, bener banget kalau lagu ini sangat pas dan keren sekali, menurut saya, mulai dari kompisisi liriknya, dipadu dengan konsep musikalnya yang mendayu tapi tidak ke-melayu-an. Kombinasi itu semua menghasilkan lagu yang sangat bermakna.

Christina Perri – A Thousand Years

Categories: real life | Tags: , , , | 2 Comments

Post navigation

2 thoughts on “Seribu Tahun

  1. Ceileeeeeh sinyo~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: