Mengalah atau Kalah?

Dalam hidup pasti akan ada selalu masalah dan tantangannya, terserah bagaimana kita mau menanggapi dan menyelesaikannya.

Terkadang mengalah bukan berarti kalah dan ada pepatah “mengalah untuk menang”, meski akan ada perasaan rendah ketika kita sudah mengalah. Dalam situasi ini diperlukan dorongan semangat, karena dalam mengalah itu sebenernya kita sudah memiliki amunisi yang tersimpan untuk kemudian di arahkan dengan polesan dari luar agar tertembak ke langit, istilahnya katalisator dalam bahasa kimia.

Katalisator ini berfungsi memompa amunisi dari gudangnya untuk dipanaskan dan ketika sudah membara, maka dilepaskan ke langit hidupnya. Terserah selanjutnya akan hamil atau tidak, itu tergantung kualitas sperma dan sel telurnya. #lho

Katalisator ini bisa berupa apa saja; barang, lokasi, gambaran kedepannya, atau pasangan hidup. Untuk yang terakhir ini bakal jadi masalah kalo masih jomblo, tapi bisa digantikan dengan yang lain kok, semisal sabun, minyak zaitun atau hand body. #eh

Kembali ke konteks mengalah atau kalah tadi, dalam hidup ini memang perlu adanya strategi. Kapan harus maju, kapan harus bertahan bahkan kapan harus menghindari masalah itu.

Balik lagi ke kondisi personalnya ya, karena keputusan itu ada di tiap individunya.

mau MENGALAH atau KALAH itu pilihan.

Categories: real life | Tags: , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: