Siapa takut menjadi dewasa

Mulai dari definisi ya, nah disini gw belum menemukan standard jelas definisi “dewasa”. Berdasarkan hasil searching via google, beberapa definisi memang memiliki kesamaan arti meski masih merupakan pendapat pribadi masing-masing penulis, seperti :

“Jika kita ingin di anggap dewasa, kita harus bisa membedakan sikon dan kondisi serta waktu antara serius dan bercanda.”

“Kemampuan untuk mengambil keputusan yang benar, dan bersikap dalam berinteraksi dengan dunianya serta orang lain.”

dewasa adalah periode perkembangan yang bermula pada akhir usia belasan tahun atau awal usia duapuluhan tahun dan yang berakhir pada usia tugapuluhan tahun.”

“Kedewasaan sejati terletak di sikap atau attitude, dan bukan pada umur.”

Dari beberapa definisi yang gw kutip di atas bisa di ambil bahwa dewasa itu bisa kita miliki sejalan dengan waktu dan kemauan kita untuk menjadi dewasa sih, jadi 2 hal ini menurut gw harus saling berhubungan.

Percuma kan kalo udah berumur tapi karena belum mau untuk dewasa ya ga bakal dewasa juga, begitu juga sebaliknya.

Nah, cuma pernah kepikir ga sih efek dari mereka yang belum dianggap dewasa? selain efek sosial yang bakal dikucilkan, ga dianggap penting dan cenderung diremehkan.

Jadi gini, ga semua orang bisa menjadi dewasa sesuai umurnya dan disaat di diharuskan dewasa toh. Nah lalu apa dengan begitu si orang ini bisa dewasa dengan segera? trus bisa gitu menerima aja perlakuan meremehkan itu?

Kepikir ga sih kalo mereka itu bakal down dan ga jarang justru semakin jatuh dan menjadi pribadi yang berbeda, pribadi yang jauh dari harapan lingkungan sekitarnya?

Maksud gw sih disini, kalo memang ingin temen kita, atau orang yang kita sayang ini menjadi berubah janganlah langsung meremehkan mereka, sekalipun sudah berumur. Baiknya kita arahkan seperti apa yang seharusnya dilakukan, beri penjelasan kalo mereka sudah seharusnya bertingkah dewasa, sudah bukan waktunya bertingkah kekanakan. Jangan justru men-jugde mereka salah hanya karena ga sesuai mau kita dan meninggalkannya tanpa perduli gimana perasaan mereka.

Jadi, intinya itu jangan pernah mengatakan orang lain itu salah hanya karena ga melakukan hal yang seperti pada umumnya. Pikirkan efek mental yang akan dia dapat dengan tindakan menilai sepihak anda, karena menurut gw sih itu tindakan egois juga. Bukannya egois termasuk tindakan yang tidak dewasa?

Categories: real life | Tags: , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: